(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Sejarah

SEJARAH SINGKAT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNDANA

Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Undana jenjang S1 dibuka pada tahun 1993 brdasarkan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor: 293/DIKTI/Kep/1993 tanggal 10 Mei 1993. Pembukaan program studi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru kimia di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang waktu itu dirasakan sangat mendesak karena banyak sekolah yang tidak memiliki guru kimia.

Dalam struktur kelembagaan, awalnya program studi ini bernaung di bawah Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Jurusan PMIPA) sampai akhir tahun 2017. Pada tahun-tahun awal dibukanya program studi ini, banyak kendala yang dihadapi, terutama kurangnya tenaga pengajar (dosen). Untuk mengatasi kekurangan tersebut maka selain membuka penerimaan dosen baru sebagai dosen tetap (PNS), pimpinan universitas dan fakultas menerima tenaga dosen tidak tetap (dosen luar biasa) yang waktu itu diisi oleh beberapa dosen dari perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Kupang, utamanya dari Universitas Widya Mandira (Unwira). Beberapa dosen dari fakultas lain dalam lingkungan undana sendiri, misalnya Fakultas Pertanian ditugaskan untuk membantu di Program Studi Pendidikan Kimia. Selain itu, melalui Program “Basic Science” yang merupakan kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia yang melibatkan tiga Perguruan Tinggi di Indonesia Timur (Universitas Nusa Cendana, Kupang; Universtas Udayana, Bali; Universitas Mataram, Mataram) beberapa kali mendatangkan dosen tamu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) secara bergantian untuk mengajar di Program Studi Pendidikan Kimia sehingga semua perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Melalui program Basic Science juga, berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dosen dan tenaga laboratorium dilaksanakan secara bergantian di tiga perguruan tinggi yang terlibat dengan mendatangkan tenaga ahli dari Indonesia maupun dari Australia. Peralatan laboratorium dan bahan-bahan kimia banyak yang diadakan melalui program tersebut.

Pada tahun 2000, terjadi pembentukan UPT MIPA (bakal FMIPA kemudian FST), beberapa dosen di Program Studi Pendidikan Kimia dialihkan ke unit atau fakultas tersebut sehingga terjadi lagi kekurangan tenaga dosen tetap. Namun demikian, kekurangan ini bisa diatasi dengan kebijakan bahwa dosen-dosen yang sudah dipindahkan harus tetap membantu mengajar pada Program Studi Pendidikan Kimia. Dengan demikian maka dari aspek akademik dan pembelajaran, kualitas program studi tetap terjamin.

Sejak dimulainya sistem akreditasi bagi perguruan tinggi pada sekitar tahun 2000, awalnya Program Studi Pendidikan Kimia memperoleh akreditasi C, kemudian pada tahun 2004 memperoleh akreditasi B sampai tahun 2010. Antara tahun 2010 sampai dengan 2014, akreditasi turun kembali ke C dan tahun 2015 sampai saat ini nilai akreditasinya kembali ke nilai B. Akreditasi pada tahun 2019 memperoleh nilai 349 dengan peringkat akreditasi B, masa akreditasi 5 (lima) tahun dari tanggal 12 Juni 2019 s.d. 12 Juni 2024 dengan No. SK 1935/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2019.

Sejak dibuka, Program Studi Kimia telah menghasilkan lulusan tidak kurang dari 700 orang Sarjana Pendidikan Kimia dan sebagaian besar sudah mengabdi menjadi tenaga gur yang tersebar di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur dan beberapa di antaranya tersebar sampai ke luar propinsi NTT.

Kupang, 1 Februari 2021
Ketua Program Studi

 

Sudirman, S.Pd., M.Pd